Sampel Dan Kuesioner – Materi Kuliah Program Studi Sistem Informasi

Sampel Dan Kuesioner

Sampel Dan Kuesioner

Sampel Dan Kuesioner

Sampel

Sampenelitian terhadap suatu objek biasanya tidak memungkinkan untuk dilaksanakan dengan cara meneliti seluruh objek yang ada.

Oleh sebab itu peneliti perlu mengambil sebagian dari seluruh objek dengan teknik yang sesuai dengan tujuan penelitian. (bedakan dengan sensus).



Alasan perlunya penggunaan sampel :

  • Keterbatasan sumber daya : waktu, dana
  • Ketepatan : karena jumlahnya yang sedikit dibanding keseluruhan, pengurangan resiko destruksi : pengukuran hingga rusak /gagalpel

Teknik Sampling :

  • Random Sederhana : setiap elemen populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Dapat menggunakan undian atau tabel bilangan random.
  • Sistematis : pemilihan sampel dari populasi dengan interval yang ditentukan berdasarkan rumus, misalnya (banyaknya populasi) / (jumlah sampel). Sampel pertama diambil secara acak, berikutnya berdasarkan interval.
  • Stratifikasi : penyeleksian sampel berdasarkan strata pada populasi secara random. Penyeleksian dapat bersifat proporsional (berdasarkan jumlah elemen pada masing-masing strata) atau tidak proporsional.
  • Kluster :  pemilihan  sampel  dengan  cara  membagi populasi menjadi subkelompok dengan mempertimbangkan homogenitasnya.
  • Multitahap : pemilihan sampel dilakukan secara bertahap dengan mengkombinasikan keempat teknik sampling di atas.

Kusioner

Pendahuluan :

  • Banyak penelitian sistem informasi yang menggunakan teknik survei untuk mengumpulkan datanya.
  • Untuk pengumpulan data lewat survei, kuesioner (daftar pertanyaan) harus dipersiapkan terlebih dahulu.
  • Membuat kuesioner bukan hal yang mudah. Jika belum ada kuesioner sebelumnya, maka peneliti tidak mempunyai pilihan lain kecuali harus membuat kuesioner sendiri.

KONSTRUK / VARIABEL LATIN :

  • Pengertian : Variabel yang masih belum dapat diukur.
  • Variabel dapat berupa elemen-elemen data yang sudah dapat diukur besarannya, tetapi juga kadang-kadang masih berupa variabel yang belum dapat diukur secara langsung.
  • Variabel yang belum dapat diukur secara langsung disebut dengan variabel laten atau dengan istilah konstruk (construct).

Example :

  • Beberapa contoh variabel laten adalah KEPUASAN konsumen, MOTIVASI, KINERJA dan lain sebagainya.
  • Untuk dapat mengukur variabel yang tidak dapat diukur secara langsung tersebut, kita perlu menggunakan suatu variabel indikator.
  • Kuesioner biasanya berisi dengan banyak item yang dijadikan sebagai pertanyaan-pertanyaan kuesioner.
  • Untuk dapat diukur, maka nantinya item-item pertanyaan tersebut akan diukur dengan skala pengukuran.

Elemen-elemen Kuesioner :

  • Pengukuran (measurement) adalah pemberian nilai properti dari suatu obyek.
  • Obyek merupakan suatu entitas yang akan diteliti. Obyek dapat berupa perusahaan, manusia, karyawan dan lainnya.
  • Property adalah karakteristik dari obyek. Properti dapat berupa properti fisik, properti psikologi dan properti sosial.
  • Pengukuran properti psikologi dan sosial lebih sulit diukur karena tidak mudah diobservasi disebabkan properti tersebut masih bersifat konstruk (construct) dan abstrak.
  • Misalnya adalah pengukuran konstruk belajar (learning), konstruk ini tidak mudah diobservasi karena masih bersifat abstrak. Teknik yang dapat digunakan adalah memecah konstruk ini kedalam beberapa karakteristik perilaku yang dapat diobservasi.

SKALA PENGUKURAN :




Empat macam tipe dasar dari skala yaitu nominal, ordinal, interval dan rasio.

  1. Nominal, yaitu bernilai klasifikasi. Misalnya laki-laki, perempuan untuk Gender.
  2. Ordinal, yaitu bernilai klasifikasi dan order (ada urutannya). Misalnya : penilaian (kurang, baik, sangat baik)
  3. Interval, yaitu bernilai klasifikasi, order (ada urutannya), dan berjarak (perbedaan dua nilai berarti). Misalnya skala likert 1 sampai dengan 5.
  4. Rasio, yang bernilai klasifikasi, order, distance (jarak) dan mempunyai nilai awal (orogin). Misalnya unit waktu sebesar 20 menit yang mempunyai nilai awal 0

METODE PENSKALAAN :

Terdapat dua macam metode penskalaan, yaitu :

  • Skala rating (rating scale)

Digunakan untuk memberikan nilai (rating) ke suatu variabel. Beberapa skala rating yang sering digunakan adalah sebagai berikut:

  • Skala dikotomi Skala ini memberikan nilai dikotomi, misalnya nilai Ya atau Tidak. Tipe data yang digunakan adalah nominal.

Example :

Apakah anda mempunyai kartu kredit?

q Ya

q Tidak

  • Skala rangking (rangking scale)
  • Skala Kategori

Skala ini memberikan nilai

beberapa item untuk dipilih. Tipe data yang digunakan untuk skala ini adalah tipe nominal.

Example :

Pilih industri dari perusahaan :

Pabrikan

Jasa

Gas dan Minyak

Keuangan

Lainnya

  • SKALA LIKERT :

Skala ini digunakan untuk mengukur respon subyek ke dalam 5 poin atau 7 poin skala dengan interval yang sama. Dengan demikian tipe data yang digunakan adalah tipe interval.

Example

Dengan menggunakan skala likert, apakah

anda setuju dengan pendapat ini?

Contoh Skala Likert

CONTOH SKALA LIKERT

  • SKALA PERBEDAAN SEMANTIK :

Skala ini menggunakan dua buah nilai ekstrim dan subyek diminta untuk menentukan responnya diantara dua nilai tersebut di ruang yang disediakan yang disebut dengan ruang semantik. Tipe data yang digunakan adalah tipe ordinal atau interval.

Example

SETUJU———————————-TIDAK SETUJU

PINTAR———————————–NAIF

BESAR————————————KECIL

  • SKALA NUMERIK

Skala ini sama dengan skala perbedaan semantik hanya mengganti ruang semantik yang disediakan dengan angkaangka numerik (misalnya 1 sampai dengan 7 untuk 7 point skala likert). Tipe yang digunakan adalah tipe interval.

Example

Setuju 1 2 3 4 5 6 7 Tidak setuju

  • SKALA PENJUMLAHAN TETAP ATAU KONSTAN

Subyek diminta untuk mendistribusikan nilai responnya ke dalam beberapa item yang sudah disediakan dengan jumlah yang tetap. Tipe data yang digunakan adalah tipe rasio.

Example

Di dalam memilih pendidikan S1, tentukan besarnya nilai alokasi yang anda berikan dengan total nilai 100 poin.

FASILITAS KOMPUTER       —–

FASILITAS BASIS DATA       —–

KENYAMANAN KULIAH       —–

GELAR DOSEN TETAP       —–

MATERI KULIAH                   —–

TOTAL                                   100

    • SKALA STAPEL 



Skala ini dimaksudkan tidak hanya mengukur respon dari subyek tetapi juga arah responnya. Karena nilai nol tidak disebutkan dengan eksplisit, maka tipe data yang digunakan adalah tipe interval.

Example

Tunjukkan bagaimana anda menilai dosen yang mengajar di kelas dengan melingkari jawaban.

+3 +3 +3

+2 +2 +2

+1 +1 +1

SERIUS MENARIK PINTAR

-1 -1 -1

-2 -2 -2

-3 -3 -3

  • SKALA GRAFIK

Skala ini menggunakan grafik skala dan subyek memberi tanda pada tempat di grafik untuk responnya. Tipe data yang digunakan adalah tipe interval.

Example

Bagaimana anda secara umum menilai

dosen di mata kuliah ini.

10 (Memuaskan )

5 ( Cukup Baik )

1 ( Sangat mengecewakan )

MEMBANGUN SENDIRI ITEM-ITEM KUESIONER

Tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut :

  1. Melakukan pembentukan item-item.
  2. Melakukan sebelum tes (pretest)
  3. Melakukan Uji instrumen

Mari Belajar Bersama : Pendaftaran Mahasiswa Baru di Universitas Muria Kudus

Terimaskih

Semoga Bermanfaat.

Catatan Metodologi Penelitian ini Kami Kutip dari Pdf Yang diberikan

Dosen Pengampu
MUHAMMAD ARIFINS.Kom, M.Kom

 

 


Konten Yang Sesuai:


Materi Kuliah Program Studi Sistem Informasi © 2017