MODULAR Function – Materi Kuliah Program Studi Sistem Informasi

MODULAR Function

MODULAR (function)

Algoritma Pemrograman

Sistem Informasi

UMK

Universitas Muria Kudus

Progdi Sistem Informasi

Fakultas Teknik

Sistem Informasi

Pendaftaran Kuliah UMK

Jurusan Universitas Muria Kudus

Universitas Muria Kudus Non Reguler

SI Akreditasi A

Jadwal Kuliah

Materi Kuliah

Belajar Pemrograman

Program C++

Definisi Modular :

Pemrograman Modular adalah suatu teknik pemrograman di mana program yang biasanya cukup besar dibagi-bagi menjadi beberapa bagian program yang lebih kecil sehingga akan mudah dipahami dan dapat digunakan kembali, baik untuk program itu sendiri maupun program lain yang memiliki proses yang sama.

  • Modul pada bahasa C++ dikenal dengan nama fungsi (function)
  • Bahasa C terdiri dari fungsi-fungsi, baik yang langsung dideklarasikan dalam program ataupun dipisah di dalam header file.
  • Fungsi yang selalu ada pada program C++ adalah fungsi main

Kelabihan Modular :

  • Program lebih pendek
  • Mudah dibaca dan dimengerti
  • Mudah didokumentasi
  • Mengurangi kesalahan dan mudah mencari kesalahan
  • Kesalahan yang terjadi bersifat “lokal”

 



 

Baca Artikel terkait : Looping – Perulangan C++

 

Function (fungsi)

Contoh Program – Function (Fungsi) :

void garis(); //prototipe/dekalarasi fungsi
void main()
{
garis();
cout<<“Program Percobaan Fungsi”<<endl;
garis();
cout<<“Fungsi digunakan untuk menghemat program.”;
cout<<“Fungsi dapat dipanggil berkali-kali “;
garis();
getch();
}
void garis()
{
for(int i=1;i<=50;i++)
{
cout<<“-“;
}
cout<<endl;
}

 

  • Fungsi/function adalah suatu kumpulan instruksi/perintah/program yang dikelompokkan menjadi satu, letaknya terpisah dari program yang menggunakan fungsi tersebut, memiliki nama tertentu yang unik, dan digunakan untuk mengerjakan suatu tujuan tertentu.
  • Dalam bahasa pemrograman lain fungsi dapat disebut sebagai subrutin (basic, VB) atau procedure (pascal, Delphi)

 

Artikel Terkait : Pengertian Array Dalam C++

 

Parameter dan nilai balik

  • Umumnya fungsi menerima masukan yang disebut argumen atau parameter.
  • Masukan / parameter diolah oleh fungsi dan menghasilkan sebuah nilai balik (return value).

Prototype Fungsi :

Deklarasi fungsi dikenal dengan sebutan prototipe fungsi.

Prototipe ini berupa :

  • Nama fungsi
  • Tipe nilai balik fungsi
  • Jumlah dan tipe argumen

Dan diakhiri dengan tanda titik koma (;) sebagaimana pada pendeklarasian variabel.

Contoh Prototipe Fungsi

long kuadrat(long l);
int maksimal(int a, int b, int c);
double terbesar(double x, double y);
void garis();

Definisi Fungsi :

  • Setiap fungsi yang dipanggil di dalam program harus didefinisikan.
  • Berikut merupakan contoh definisi fungsi kuadrat sesuai contoh prototipe sebelumnya.

long kuadrat(long l)
{
long hasil;
hasil = l * l;
return(hasil);
}

Kapan menggunakan deklarasi dan definisi fungsi ?

Karena prinsip kerja program C sekuensial, maka

  • Jika bagian dari program yang menggunakan fungsi diletakkan sebelum definisi dari fungsi, maka deklarasi dari fungsi diperlukan.
  • Akan tetapi jika bagian dari program yang menggunakan fungsi terletak setelah definisi dari fungsi, maka deklarasi dari fungsi dapat tidak dituliskan.

Kelebihan fungsi :

  • Dapat melakukan pendekatan top-down dan divide-and conquer:
  • Top-down: penelusuran program mudah
  • Divide-and-conquer: program besar dapat dipisah menjadi program-program kecil.
  • Kode program menjadi lebih pendek, mudah dibaca, dan mudah dipahami
  • Program dapat dikerjakan oleh beberapa orang sehingga program cepat selesai dengan koordinasi yang mudah.
  • Mudah dalam mencari kesalahan-kesalahan karena alur logika jelas dan sederhana
  • Kesalahan dapat dilokalisasi dalam suatu modul tertentu saja.
  • Modifikasi program dapat dilakukan pada suatu modul tertentu saja tanpa mengganggu program keseluruhan
  • Fungsi – fungsi menjadikan program mempunyai struktur yang jelas.
    • Dengan memisahkan langkah – langkah detail ke satu atau lebih fungsi – fungsi, maka fungsi utama (main) akan menjadi lebih pendek, jelas dan mudah dimengerti.
  • Fungsi –fungsi digunakan untuk menghindari penulisan program yang sama yang ditulis secara berulang – ulang.
  • Langkah – langkah tersebut dapat dituliskan sekali saja secara terpisah dalam bentuk fungsi. Selanjutnya bagian program yang membutuhkan langkah – langkah ini tidak perlu selalu menuliskannya, tidak cukup memanggil fungsi tersebut.
  • Mempermudah dokumentasi.
  • Reusability: Suatu fungsi dapat digunakan kembali oleh program atau fungsi lain

 

Baca Artikel Terkait : Perintah Switch C++

Jenis Fungsi ada Dua :

Standard Library Function

  • Yaitu fungsi-fungsi yang telah disediakan oleh C dalam file-file header atau librarynya.
  • Misalnya: clrscr(), getch()
  • Untuk function ini kita harus mendeklarasikan terlebih dahulu library yang akan digunakan, yaitu dengan menggunakan preprosesor direktif.
  • Misalnya: #include <conio.h>

Programmer-Defined Function

  • Adalah function yang dibuat oleh programmer sendiri.
  • Function ini memiliki nama tertentu yang unik dalam program, letaknya terpisah dari program utama, dan bisa dijadikan satu ke dalam suatu library buatan programmer itu sendiri yang kemudian juga di-includekan jika ingin menggunakannya.

Rancangan pembuatan fungsi

Dalam membuat fungsi, perlu diperhatikan:

  • Data yang diperlukan sebagai inputan
  • Informasi apa yang harus diberikan oleh fungsi yang dibuat ke pemanggilnya
  • Algoritma apa yang harus digunakan untuk mengolah data menjadi informasi

Contoh deklarasi dan definisi fungsi

Contoh-deklarasi-dan-definisi-fungsi

 

Baca Artikel Terkait : Identifier (Pengenal) c++

 

Jenis fungsi di C++ :

1.Fungsi yang tidak mengembalikan nilai (void)

  • Fungsi yang void sering disebut juga prosedur
  • Disebut void karena fungsi tersebut tidak mengembalikan suatu nilai keluaran yang didapat dari hasil proses fungsi tersebut.
  • Tidak dapat langsung ditampilkan hasilnya
  • Tidak memiliki nilai kembalian fungsi
  • Keyword void juga digunakan jika suatu function tidak mengandung suatu parameter apapun.
  • Fungsi yang mengembalikan nilai (nonvoid)

Ciri:

  • tidak adanya keyword return.
  • tidak adanya tipe data di dalam deklarasi
  • menggunakan keyword void.

2. Fungsi non Void :

  • Fungsi non-void disebut juga function
  • Disebut non-void karena mengembalikan nilai kembalian yang berasal dari keluaran hasil proses function tersebut
  • Memiliki nilai kembalian
  • Dapat dianalogikan sebagai suatu variabel yang memiliki tipe data tertentu sehingga dapat langsung ditampilkan hasilnya

Ciri:

  • ada keyword return
  • ada tipe data yang mengawali deklarasi fungsi
  • tidak ada keyword void

Pemanggilan fungsi
Pada dasarnya fungsi dapat memanggil fungsi lain, bahkan fungsi dapat memanggil dirinya sendiri (rekursif)

Pemanggilan-fungsi

Contoh :

Void :

void tampilkan_jml (int a, int b)
{ int jml;
jml = a + b;
cout<<jml;}

 

#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void luas(int &ls, int p, int l)
{ ls = p*l; }
main(){
int pj,lb, hsl;
cout<<“Panjang = “;cin>>pj;
cout<<“Lebar = “;cin>>lb;
luas(hsl,pj,lb);
cout<<“\nLuasnya = “<<hsl;
getch();
}

Non-void :

int jumlah (int a, int b)
{ int jml;
jml = a + b;
return jml; }

 

#include <iostream.h>
#include <conio.h>
int luas(int p, int l)
{return (p*l); }
main(){
int pj,lb;
cout<<“Panjang = “;cin>>pj;
cout<<“Lebar = “;cin>>lb;
cout<<“\nLuasnya = “<<luas(pj,lb);
getch();
}

 

Terimakasih

Dosen Pengampu : Nanik Susanti, M.Kom


Konten Yang Sesuai:


Materi Kuliah Program Studi Sistem Informasi © 2017